Suara dari Balik Pintu
Suara dari Balik Pintu --- # Bab 3: Suara dari Balik Pintu Hari ketiga kerja. Seharusnya aku sudah mulai terbiasa dengan rutinitas kantor: datang pagi, absen fingerprint, duduk di meja, menatap Excel , lalu pulang dengan mata perih. Tapi yang kurasakan justru sebaliknya. Semakin aku mencoba fokus, semakin bayangan pintu abu-abu itu muncul dalam pikiranku. Pagi ini, hujan deras mengguyur Jakarta . Lantai kantor berbau lembap, suara AC bercampur dengan gemericik air hujan dari jendela. Suasana yang biasanya ramai mendadak terasa lebih sunyi. Seakan-akan gedung ini sedang menyimpan sesuatu. Aku menyalakan komputer, mencoba mengerjakan data. Tapi baru sepuluh menit, aku mendengar sesuatu. Suara samar, seperti bisikan. “…Andi…” Aku tersentak, menoleh ke kanan-kiri. Tidak ada siapa-siapa. Rekan-rekanku sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Dina mengetik cepat, Pak Budi entah ke mana. Suara itu terlalu jelas untuk disebut halusinasi. Aku mencoba menepis. Mungkin hanya pikiranku sendiri. Mu...